9 Oktober 2026
Cara Memuji yang Tepat untuk Menumbuhkan Growth Mindset Anak

Cara Anda memuji siswa ternyata ikut membentuk cara mereka memandang kemampuan diri. Pujian seperti "kamu memang pintar" terdengar positif, tetapi bisa membuat anak takut mencoba hal sulit karena khawatir label pintar itu hilang saat mereka gagal.
Anak yang terbiasa dipuji atas usaha dan strateginya cenderung melihat kesalahan sebagai bagian dari belajar. Inilah yang dikenal sebagai growth mindset, yaitu keyakinan bahwa kemampuan bisa berkembang lewat latihan.
Beberapa pergeseran kalimat yang bisa langsung Anda pakai:
- Puji prosesnya: "Kamu mencoba tiga cara sampai ketemu jawabannya" lebih bermakna daripada "kamu hebat".
- Tambahkan kata "belum": "kamu belum bisa" memberi pesan bahwa kemampuan itu masih dalam perjalanan.
- Sebutkan hal spesifik: tunjukkan bagian mana dari pekerjaannya yang sudah membaik.
- Normalisasi kesalahan: ceritakan bahwa Anda pun pernah keliru dan belajar dari situ.
Perubahan ini tidak berarti Anda berhenti memberi pujian atau menurunkan standar. Justru sebaliknya, siswa tetap ditantang, tetapi dengan rasa aman bahwa gagal bukan akhir dari segalanya.
Mulailah dengan memperhatikan kalimat pujian Anda selama satu minggu. Sering kali, mengganti beberapa kata saja sudah cukup mengubah keberanian siswa untuk mencoba.